Categories
- article (10)
- Ask and Answer (2)
- Cerita (10)
- Jejak Hidup (22)
- Music (5)
- Penggalauan (11)
- Photography (1)
- Poems (1)
- Pribadi (8)
- Quote (1)
- Renungan (14)
- The Kocak (9)
- travel (3)
Senin, 21 Februari 2011
Jumat, 18 Februari 2011
Minggu, 13 Februari 2011
Piano
Kisah ini dimulai dari sebuah rumah yang amat megah & indah yang mungkin apabila kalian yang mengakatan,"Busset ini rumah apa istana???".Tapi, bukan rumah ini yang ingin ku ceritakan tapi para penghuninyalah.
Suatu siore di musim kemarau. Anak tunggal penghuni rumah ini yang bernama Dzakia.Ia merasa bingung & tak adil dalam hidupnya. Ia bingu8ng kenapa hidup ini tersa sulit untuk di jalani .Apabila suatu maslah selesai selalu ada masalah yang lain yang datang kepadanya..Apabila ia baru merasas sedikit tenang selalu ada masalah yang lain.
Ketika ia sedang duduk di taman rumahnya ia mendengar sebuah alunan musik piano yang mengalir lembut.Ia pun mencari siapa gerqangan yang sedang bermain p[iano denagn indahnya .Ia pun menemukannnya ibunya sedang berman piano.Dzakia pun langsung menemui ibunya dan menceritalan seluruh masalahnya.
Sang ibu pun denga sabar mendengarkan ankanya yang mulai bernajak dewasa itu .Ketika telah selesai bercerita Dzaki pun bertanya
"Ibu apakah engkau tak mendengarkan aku?"
Sang ibu pun tersenyum dan berkata.
"Anakku Dzakia coba kau main tuts yang berwarna putih itu".
Lalu sang anakpun memainkannya .Teatpi,ia merasa kesulitan dlam memainkannya.Melihat itu sang ibu pun tersenyum & menyuruh anaknnya memainkan tuts yang berwarna hitam.Sang anakpun kembali memainkan &merasa kesulitan.
Sang ibu pun bertanya"Anakku apa yang dapat kau ambil dari permainan tuts -tuts tadi?".
Sang anakpun menjawab "Tidak tahu whai ibuku."
Sang ibu pun menjelaskan"Begini ankku Dzakia .Kita umpakan tuts hitam itu semua keluh kesahmu Apabila yang kau rasakan hanyalah keluh kesahmu pasti kau merasa kesusahan.Dan tuts putih tadi seluruh kenikmatanmu.Pasti, kau merasa ada yang janggalada ya yang kurang .Bukan begitu anakku?".
"Nah ankku coba kalau kita mainkan tuts ini bersamaan .Coba kau dengarkan.".Sang ankpun mendengarkannya dengan nikmat sekali ,beum pernah ia mendengar musik sebagus ini.musik tadi sunggu indah ibu".Sang ibu pun tersenyum." "begitu juga denga kehidupan kita kalau kta memadukan tus itu hitam dan putih itu bersamaan ,maka akan terasa nikmat.Yakn lah ankku sesungguhnya Allah s.w.t mempunyai rahasia dibalik semua itu .Mungkin Allah ingin menjadikan kita manusia yang lebih bauk .Mengerti anakku Dzaka???".
Seketika itu juga anak itu pun menangis & memeluk ibunya.Kini ia sadar & berjanji tak akan pernah mengeluh lagi
Suatu siore di musim kemarau. Anak tunggal penghuni rumah ini yang bernama Dzakia.Ia merasa bingung & tak adil dalam hidupnya. Ia bingu8ng kenapa hidup ini tersa sulit untuk di jalani .Apabila suatu maslah selesai selalu ada masalah yang lain yang datang kepadanya..Apabila ia baru merasas sedikit tenang selalu ada masalah yang lain.
Ketika ia sedang duduk di taman rumahnya ia mendengar sebuah alunan musik piano yang mengalir lembut.Ia pun mencari siapa gerqangan yang sedang bermain p[iano denagn indahnya .Ia pun menemukannnya ibunya sedang berman piano.Dzakia pun langsung menemui ibunya dan menceritalan seluruh masalahnya.
Sang ibu pun denga sabar mendengarkan ankanya yang mulai bernajak dewasa itu .Ketika telah selesai bercerita Dzaki pun bertanya
"Ibu apakah engkau tak mendengarkan aku?"
Sang ibu pun tersenyum dan berkata.
"Anakku Dzakia coba kau main tuts yang berwarna putih itu".
Lalu sang anakpun memainkannya .Teatpi,ia merasa kesulitan dlam memainkannya.Melihat itu sang ibu pun tersenyum & menyuruh anaknnya memainkan tuts yang berwarna hitam.Sang anakpun kembali memainkan &merasa kesulitan.
Sang ibu pun bertanya"Anakku apa yang dapat kau ambil dari permainan tuts -tuts tadi?".
Sang anakpun menjawab "Tidak tahu whai ibuku."
Sang ibu pun menjelaskan"Begini ankku Dzakia .Kita umpakan tuts hitam itu semua keluh kesahmu Apabila yang kau rasakan hanyalah keluh kesahmu pasti kau merasa kesusahan.Dan tuts putih tadi seluruh kenikmatanmu.Pasti, kau merasa ada yang janggalada ya yang kurang .Bukan begitu anakku?".
"Nah ankku coba kalau kita mainkan tuts ini bersamaan .Coba kau dengarkan.".Sang ankpun mendengarkannya dengan nikmat sekali ,beum pernah ia mendengar musik sebagus ini.musik tadi sunggu indah ibu".Sang ibu pun tersenyum." "begitu juga denga kehidupan kita kalau kta memadukan tus itu hitam dan putih itu bersamaan ,maka akan terasa nikmat.Yakn lah ankku sesungguhnya Allah s.w.t mempunyai rahasia dibalik semua itu .Mungkin Allah ingin menjadikan kita manusia yang lebih bauk .Mengerti anakku Dzaka???".
Seketika itu juga anak itu pun menangis & memeluk ibunya.Kini ia sadar & berjanji tak akan pernah mengeluh lagi
Langganan:
Komentar (Atom)