Pada
suatu hari yang tenang di TelkomCity. Sebuah kota yang terkenal dengan sumber
energi yang amat sangat besar. Kota ini juga mempunyai penduduk yang ramah,
tangkas dan bersemangat. Ya itulah yang menyebebkan kota ini mempunyai energi
yang besar karena para penduduknya yang selalu bersemangat dalam berkerja.
Kota itu
di penuhi pula dengan hamparan rerumputan yang hijau yang berada dekat dengan
sebuah pantai. Rakyatnya hidup dengan tenang dan sejahtera. Gemah ripah loh
jenawi. Ah ya itulah kata yang tepat tepat untuk kota ini. Sangking, aman dan
tentramnya mereka saat ini. Mereka hampir melupakan apa itu sebuah ketakutan
dan sebuah kehwatiran. Karena sudah lama mereka melupakannya.
Namun
tiba - tiba sebuah kejadian yang luput dari pengawasan penjaga TelkomCity yang
mempunyai penjagaan yang ketat, kecepatan yang tiada tandingnya , dan dengan di
dukung dengan tekhnologi yang mutakhir.
Tiba -
tiba muncullah lima pesawat terbang yang berbentuk layaknya sebuah
piring. Mereka berputar - putar mengangkasa di atas kota TelkomCity. Berputar -
putar. Terus berputar. Mencari sebuah tempat pendaratan. Setelah sekian lamanya
mereka berputar - putar di angkasa TelkomCity. Akhirnya, mereka mendapatkan
sebuah tempat untuk mendarat di sebuah lapangan terbuka.
Sontak
para warga pun berkumpul di areal lapangan tempat pesawat yang berbentuk
layaknya sebuah piring itu mendarat. Termasuk para penjaga keamanan TelkomCity
dan walikota siap sedia berjaga. Perlahan pintu pesawat yang berbentuk
seperti sebuah piring itu pun terbuka satu persatu kreeet,,,,,,,, lampu - lampu
menyala terang menyilaukan mata ketika pintu itu terbuka yang mengharuskan para
penjaga dan penduduk setempat menutup mata mereka karena silaunya cahaya yang
dihasilkan dari pesawat ini. Asap mengepul keluar dari pintu - pintu pesawat
piring itu. Menyesakkan dan membuat para penghuni TelkomCity sesak dan
batuk.
Brak,
brak, lalu muncullah sesosok makhluk asing yang keluar pertama . Alih - alih
ialah sang pemimpin dari kelompok alien ini. Mata besar dengan kepala yang
besar pula layaknya sebuah semangka badan mereka yang tak layaknya manusia mana
pun di jagad bumi ini. Besar, berorot hingga urat - urat mereka nampak keluar
layaknya sebuah ular, berwarna hijau dan berlendir, tangan yang besar begitu
pula dengan kaki - kaki mereka yang besar.
"Kami
ingin bertemu dengan pemimpin kalian ", kata sang pemimpin alien dengan
suara yang menggelegar yang membuat para penghuni TelkomCity ketakutan
mendengarnya serta naik bulu kudunya. Yah kecuali para penjaga TelkomCity yang
selalu siap menghadapi kota TelkomCity.
"Saya
pemimpin disini. Mau apa anda datang kemari ?:, jawab sang walikota dengan
tegas dan garangnya.
"Jadi
kamu pemimpin disini ?"
"Ya
memang saya. Mau apa kamu disini?. Jika anda hanya ingin mengacau lebih baik anda
pergi dari sini."
"Mengacau
katanya", kata sang pemimpin alien kepada para anak buahnya yang di ikuti
dengan tawa jahat mereka.
"Kami
bukan hanya ingin mengacau tapi kami akan MENGAMBIL kota ini dan seluruh energi
yang berlimpah ini. Hahahaha".
"Lalu
apabila kami tidak akan menyerahkannya apa yang akan anda lakukan ?'. Tantang
sang walikota kepada sang pemimpin alien
"
Maka kota ini akan terjadi perang dan akan kami hancurkan hingga lebur dengan
tanah", jawab sang pemimpin alien. Munculah semua pengikutnya dari seluruh
pesawat dengan seluruh peralatan perang yang mereka miliki. para penjaga pun
dibuat ter-nganga akan kecanggihan senjata para alien dengan tekhnologi yang
super canggih.
"Kami
beri waktu anda hingga esok dini hari. Anda dan seluruh penduduk kota ini harus
sudah meninggalakan kota ini. Ayo anak - anak hari mulai gelap kita harus
menyiapkan untuk hari besar besok".
*BALAI
KOTA*
Di ruang balai kota tepatnya di dalam ruangan TelkomSpeedy. Ruangan khusus pada saat genting seperti saat ini. Terlihat berbagai
kesibukan dan ketegangan yang amat sangat yang dapat terlihat dengan jelas di
dalam raut wajah orang – orang yang ada di dalam sana.
"
Bagaimana ini pak. Kota akan di serang sedangkan senjata kita jauh kalah dari
senjata milik para alien tersebut. Dengan segala hormat pak kita harus
meninggalkan kota ini pak." kata sang komandan
"Kita
tidak akan meninggalkan kota ini", jawab sang walikota dengan tegas
"
Tapi pak,, "' sela sang komndan yang tampak khawatir di raut wajahnya.
"
Tidak ada kata tapi - tapian lagi kita harus mempertahankan kota ini hingga
titik darah terakhir. Sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain memanggil
sang pahlawan kota Super Speedy. Komandan sini kau. Sekarang buat lah tanda ke
Super speedy kalau kita memerlukannya dengan segera.”
Lalu sang
komandan dibantu para anak buahnya membuat suatu tanda kepada Super Speedy
kalau mereka membutuhkannya dengan segera. Kalau TelkomCity berada dalam
keadaan darurat. Tanda itu berupa sebuah lampu besar yang di sorot ke langit penjuru
kota dengan lambang huruf S di tengahnya. Ya S untuk Super Speedy.
Di suatu
tempat di sisi lain kota ini. Sang Super Speedy dengan kekuatan Indonesia WiFi
nya dapat merasakan bahwa ada bahaya besar yang mengancam TekomCity. Itu
berarti saatnya Super Speedy beraksi. Membasmi para alien – alien kotor ini dari
TelkomCity.
“ Ah,,,,
Super Speedy akhirnya kau datang juga. Kami membutuhkanmu dengan amat sangat
saat ini”, kata walikota dengan nada penuh pengharapan.
“Baiklah
pak jelaskan kepada saya apa masalahnya saat ini”.
“Jadi ini
masalahnya,,,”, maka sang walikota menjelaskan tentang permasalahan yang
terjadi TekomCity. Di ceritakan semuanya tentang bagaimana kehadiran para alien
pertama kali dan bagaimana mereka mengancam akan menghancurkan kota ini apabila
para penduduk kota ini tidak mau meninggalkan kota hingga esok hari.
“ Baiklah
saya mengerti sekarang apa yang terjadi di sini. Baiklah saya akan membasmi
mereka semua”, kata Super Speedy dengan gagah beraninya.
“
Super Speedy, kemarilah. Sebelum kau berangkat pilihlah sesukamu di antara berbagai macam senjata
kami yang mutakhir dan mematikan ini”. Lalu tiba – tiba ada sebuah tembok yang
tembok terbelah menjadi dua dan keluarlah berbagai macam senjata yang paling
mutakhir dan paling mematikan ini.
“ Terima
kasih bapak walikota atas bantuannya. Baiklah akan saya ambil beberapa senjata
mutkhir yang bapak walikota berikan kepada saya. Baiklah saya akan berangkat
sekarang pak wali”
“ Baiklah
speedy. Oh ya Speedy ‘The World In Your Hand’. Ingat itu Speedy “, ujar
walikota memberikan semangat.
“ Siap
pak tak akan saya lupakan itu karena saya adalah Super Speedy”
*MARKAS
PARA ALIEN*
“Bagaimana
ini pak mereka belum menyerah sampai saat ini pak” ujar sang komandan pasukan
alien
“ Kita
tunggu hingga nanti fajar. Jika, mereka belum menyerah juga akan kita serang
mereka’, ujar sang alien
Tiba –
tiba tanpa adanya persiapan dan dugaan dari para pasukan alien sebuah suara music
melengking yang berasal dari senjata Super Speedy yang bernama Melon Indonesia. Wuinggingggggggggggg.
“SERANGAN!!!!!!”, ujar para pasukan alien. Kalang – kabut lah mereka dengan hal
ini. Sakit telinga mereka dibuatnya
“SEMUANYA
KEMBALI KETEMPAT. SIAPKAN POSISI KALIAN. DASAR KALIAN PARA PENGECUT”, teriak
sang pemimpin pasukan alien.
Dengan
kecepatan dan sebuah ketangkasan merapat kembalilah para pasuka alien tersebut.
Dan kini mereka telah siap dengan kekuatan penuh.
“Rasakan
ini kekuatan Telkom Vision”. Dan langsung saja para pasukan alien tersebut
terhipnotis dengan tayangan – tayangan yang lewat di depan mata mereka. Selagi
mereka terhipnotis Super Speedy dengan kekuatan Telkom Speedy yang dapat membunuh
dengan kecepatan sonic bahkan lebih cepat dari itu. Dan terbunuhlah para alien
itu melebur kedalam asap hijau yang melebur ke dalam angkasa.
“ Baiklah
satu pasukan pesawat alien telah lebur. Konten Speedy tunjukkan kepada saya
senjata apa yang tersisa “.
“ Siap
pak. Inilah senjata kita yang tersisa : Telkomsel, Telkom Indonesia , SpeedyMonitoring, Qbaca, Telkom Flexi, Usee TV. Itu dia pak sisa persenjataan yang
tersedia pak”.
“Baiklah
pasang Speedy Monitoring di setiap badan pesawat yang tersisa. Kita harus tetap
mengintai mereka”
“ Siap
Pak “. Ujar program Konten Speedy.
Lalu
muncullah layar lewat jam canggih Super Speedy. Di situ tampak sang pemimpin
alien sendang gusar, marah, kesal karena kehilangan satu pasukan aliennya dan
juga satu pesawatnya.” Ah,,, sial. Awas saja si Super Speedy itu akan kuleburkan
dia dengan tanah “. Dari layar itu pula nampak para alien terpusat di sekitar
pesawat pemimpin mereka guna menjaga pemimpin mereka dari serangan Super Speedy.
Dan dari situ pulalah terlihat tiga pesawat lainnya tanpa penjagaan dan
berkumpul jadi satu terpaut jauh dengan pesawat pemimpin mereka yang di jaga
ketat.
“ Baiklah
akan kuhancurkan tiga pesawat itu dengan gabungan beberapa senjata yang akan
menghasil kan roket luar biasa yang sanggup menghancurkan tiga pesawat alien
tersebut dengan sekaligus. Keluarlah Roket Telkom Indonesia dan Roket
Telkomsel. Bergabunglah !.”. Maka terciptalah roket Super Telkom Indonesia.
Dengan keahlian membidiknya. Membidikalah sang Super Speedy ke titik tepat di
tengah di antara tiga pesawat agar dapat menghancurkan mereka sekali hantam. Wuinnggggggggg
KABOMMMMMMMMM. Mengepullah asap ledakan layaknya sebuah asap ledakan nuklir
tapi ini lebih lebih lebih besar dari pada itu. Maka merindinglah para alien
yang tersisa.
Tanpa
ampun Super Speedy Mengeluarkan senjata - senjata terakhirnya. Di keluarkannya
lah Telkom flexi yang menyebabkan para pasukan alien yang berada diluar
pesawat. Sekaligus pesawat terakhir. Pesawat komando yang berarti disanalah
sangan pemimpin alien berada. Termasuk pesawat yang paling besar di antara
lainnya. Para pasukan alien yang berada
diluar pesawat pun kehilangan komunikasi dengan komando yang berada di pesawat
akibat serangan senjata Telkom Flexi.
Lalu seranganpun
kembali dilaksanakan oleh Super Speedy. Tapi kali ini dia menyerang lewat sisi
pisikologi para alien. Di keluarkannya senjata Qbaca yang dapat memebaca alam
pikiran mereka dan membuat mereka tak sadarkan lalu mereka membunuh diri mereka
sendir. Tapi masih ada beberapa alien yang masih bisa bertahan dari serangan
ini. Maka di keluarkannya lah senjata terkahir Usee TV yang membuat mereka tak
sadarkan diri karena tontontonan yang ciamik. Selagi mereka tak sadarkan diri
maka di tebaslah leher – leher merka dengan pedang Super Speedy. Meleburlah mereka
menjadi asap hijau.
“
Bagaimana ini pak kita telah kehabisan pasukan dengan sekali serang Super Speedy”,
tanya komandan aien kepada pemimpin pasukan alien dengan nada yang amat sangat
ketakutan.
“ Kita
harus kemabli ke planet kita sekarang. Kita akan serang mereka lain kali”.
“AWAS KAU
SUPER SPEEDY AKAN KULUMAT KAU LAIN KALI”, teriak pemimpin alien yang dapat
terdengarke seantreo kota.
Dengan
tatapan tajam Super Speedy mengawasi pesawat itu terbang tinggi tinggi tinggi
hingga TING menghilanglah mereka kembali ke planet asal mereka. Bersorak –
sorak lah warga bergembira karena para alien itu telah pergi dari TelkomCity.
Tapi Super Speedy tahu bahwa bahaya masih mengintai TekomCity. Para pasukan
alien itu akan kembali. Bahkan, mereka akan kembali dengan pasukan yang lebih
terlatih dan juga persenjataan yang lebih mengerikan. Tapi asalkan masih ada
Super Speedy TekomCity masih tidur nyenyak mala mini.
*SELESAI*
