Categories

Senin, 31 Desember 2012

Be A Super Speedy, The World in Your Hand ; TelkomCity Invasion


Pada suatu hari yang tenang di TelkomCity. Sebuah kota yang terkenal dengan sumber energi yang amat sangat besar. Kota ini juga mempunyai penduduk yang ramah, tangkas dan bersemangat. Ya itulah yang menyebebkan kota ini mempunyai energi yang besar karena para penduduknya yang selalu bersemangat dalam berkerja.

Kota itu di penuhi pula dengan hamparan rerumputan yang hijau yang berada dekat dengan sebuah pantai. Rakyatnya hidup dengan tenang dan sejahtera. Gemah ripah loh jenawi. Ah ya itulah kata yang tepat tepat untuk kota ini. Sangking, aman dan tentramnya mereka saat ini. Mereka hampir melupakan apa itu sebuah ketakutan dan sebuah kehwatiran. Karena sudah lama mereka melupakannya.

Namun tiba - tiba sebuah kejadian yang luput dari pengawasan penjaga TelkomCity yang mempunyai penjagaan yang ketat, kecepatan yang tiada tandingnya , dan dengan di dukung dengan tekhnologi yang mutakhir.

Tiba - tiba muncullah lima  pesawat terbang yang berbentuk layaknya sebuah piring. Mereka berputar - putar mengangkasa di atas kota TelkomCity. Berputar - putar. Terus berputar. Mencari sebuah tempat pendaratan. Setelah sekian lamanya mereka berputar - putar di angkasa TelkomCity. Akhirnya, mereka mendapatkan sebuah tempat untuk mendarat di sebuah lapangan terbuka.

Sontak para warga pun berkumpul di areal lapangan tempat pesawat yang berbentuk layaknya sebuah piring itu mendarat. Termasuk para penjaga keamanan TelkomCity dan walikota siap sedia berjaga. Perlahan pintu pesawat  yang berbentuk seperti sebuah piring itu pun terbuka satu persatu kreeet,,,,,,,, lampu - lampu menyala terang menyilaukan mata ketika pintu itu terbuka yang mengharuskan para penjaga dan penduduk setempat menutup mata mereka karena silaunya cahaya yang dihasilkan dari pesawat ini. Asap mengepul keluar dari pintu - pintu pesawat piring itu. Menyesakkan dan membuat para penghuni TelkomCity  sesak dan batuk.

Brak, brak, lalu muncullah sesosok makhluk asing yang keluar pertama . Alih - alih ialah sang pemimpin dari kelompok alien ini. Mata besar dengan kepala yang besar pula layaknya sebuah semangka badan mereka yang tak layaknya manusia mana pun di jagad bumi ini. Besar, berorot hingga urat - urat mereka nampak keluar layaknya sebuah ular, berwarna hijau dan berlendir, tangan yang besar begitu pula dengan kaki - kaki mereka yang besar.

"Kami ingin bertemu dengan pemimpin kalian ", kata sang pemimpin alien dengan suara yang menggelegar yang membuat para penghuni TelkomCity ketakutan mendengarnya serta naik bulu kudunya. Yah kecuali para penjaga TelkomCity yang selalu siap menghadapi kota TelkomCity.

"Saya pemimpin disini. Mau apa anda datang kemari ?:, jawab sang walikota dengan tegas dan garangnya.

"Jadi kamu pemimpin disini ?"

"Ya memang saya. Mau apa kamu disini?. Jika anda hanya ingin mengacau lebih baik anda pergi dari sini."

"Mengacau katanya", kata sang pemimpin alien kepada para anak buahnya yang di ikuti dengan tawa jahat mereka.

"Kami bukan hanya ingin mengacau tapi kami akan MENGAMBIL kota ini dan seluruh energi yang berlimpah ini. Hahahaha".

"Lalu apabila kami tidak akan menyerahkannya apa yang akan anda lakukan ?'. Tantang sang walikota  kepada sang pemimpin alien

" Maka kota ini akan terjadi perang dan akan kami hancurkan hingga lebur dengan tanah", jawab sang pemimpin alien. Munculah semua pengikutnya dari seluruh pesawat dengan seluruh peralatan perang yang mereka miliki. para penjaga pun dibuat ter-nganga akan kecanggihan senjata para alien dengan tekhnologi yang super canggih.

"Kami beri waktu anda hingga esok dini hari. Anda dan seluruh penduduk kota ini harus sudah meninggalakan kota ini. Ayo anak - anak hari mulai gelap kita harus menyiapkan untuk hari besar besok".

*BALAI KOTA*

Di ruang balai kota tepatnya di dalam ruangan TelkomSpeedy. Ruangan khusus pada saat genting seperti saat ini. Terlihat berbagai kesibukan dan ketegangan yang amat sangat yang dapat terlihat dengan jelas di dalam raut wajah orang – orang yang ada di dalam sana.

" Bagaimana ini pak. Kota akan di serang sedangkan senjata kita jauh kalah dari senjata milik para alien tersebut. Dengan segala hormat pak kita harus meninggalkan kota ini pak." kata sang komandan 

"Kita tidak akan meninggalkan kota ini", jawab sang walikota dengan tegas

" Tapi pak,, "' sela sang komndan yang tampak khawatir di raut wajahnya.

" Tidak ada kata tapi - tapian lagi kita harus mempertahankan kota ini hingga titik darah terakhir. Sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain memanggil sang pahlawan kota Super Speedy. Komandan sini kau. Sekarang buat lah tanda ke Super speedy kalau kita memerlukannya dengan segera.”

Lalu sang komandan dibantu para anak buahnya membuat suatu tanda kepada Super Speedy kalau mereka membutuhkannya dengan segera. Kalau TelkomCity berada dalam keadaan darurat. Tanda itu berupa sebuah lampu besar yang di sorot ke langit penjuru kota dengan lambang huruf S di tengahnya. Ya S untuk Super Speedy.

Di suatu tempat di sisi lain kota ini. Sang Super Speedy dengan kekuatan Indonesia WiFi nya dapat merasakan bahwa ada bahaya besar yang mengancam TekomCity. Itu berarti saatnya Super Speedy beraksi. Membasmi para alien – alien kotor ini dari TelkomCity.

“ Ah,,,, Super Speedy akhirnya kau datang juga. Kami membutuhkanmu dengan amat sangat saat ini”, kata walikota dengan nada penuh pengharapan.

“Baiklah pak jelaskan kepada saya apa masalahnya saat ini”.

“Jadi ini masalahnya,,,”, maka sang walikota menjelaskan tentang permasalahan yang terjadi TekomCity. Di ceritakan semuanya tentang bagaimana kehadiran para alien pertama kali dan bagaimana mereka mengancam akan menghancurkan kota ini apabila para penduduk kota ini tidak mau meninggalkan kota hingga esok hari.

“ Baiklah saya mengerti sekarang apa yang terjadi di sini. Baiklah saya akan membasmi mereka semua”, kata Super Speedy dengan gagah beraninya.

Super Speedy, kemarilah. Sebelum kau berangkat pilihlah  sesukamu di antara berbagai macam senjata kami yang mutakhir dan mematikan ini”. Lalu tiba – tiba ada sebuah tembok yang tembok terbelah menjadi dua dan keluarlah berbagai macam senjata yang paling mutakhir dan paling mematikan  ini.

“ Terima kasih bapak walikota atas bantuannya. Baiklah akan saya ambil beberapa senjata mutkhir yang bapak walikota berikan kepada saya. Baiklah saya akan berangkat sekarang pak wali”

“ Baiklah speedy. Oh ya Speedy ‘The World In Your Hand’. Ingat itu Speedy “, ujar walikota memberikan semangat.

“ Siap pak tak akan saya lupakan itu karena saya adalah Super Speedy

*MARKAS PARA ALIEN*

“Bagaimana ini pak mereka belum menyerah sampai saat ini pak” ujar sang komandan pasukan alien

“ Kita tunggu hingga nanti fajar. Jika, mereka belum menyerah juga akan kita serang mereka’, ujar sang alien

Tiba – tiba tanpa adanya persiapan dan dugaan dari para pasukan alien sebuah suara music melengking yang berasal dari senjata Super Speedy yang bernama Melon Indonesia. Wuinggingggggggggggg. “SERANGAN!!!!!!”, ujar para pasukan alien. Kalang – kabut lah mereka dengan hal ini. Sakit telinga mereka dibuatnya

“SEMUANYA KEMBALI KETEMPAT. SIAPKAN POSISI KALIAN. DASAR KALIAN PARA PENGECUT”, teriak sang pemimpin pasukan alien.

Dengan kecepatan dan sebuah ketangkasan merapat kembalilah para pasuka alien tersebut. Dan kini mereka telah siap dengan kekuatan penuh.

“Rasakan ini kekuatan Telkom Vision”. Dan langsung saja para pasukan alien tersebut terhipnotis dengan tayangan – tayangan yang lewat di depan mata mereka. Selagi mereka terhipnotis Super Speedy dengan kekuatan Telkom Speedy yang dapat membunuh dengan kecepatan sonic bahkan lebih cepat dari itu. Dan terbunuhlah para alien itu melebur kedalam asap hijau yang melebur ke dalam angkasa.

“ Baiklah satu pasukan pesawat alien telah lebur. Konten Speedy tunjukkan kepada saya senjata apa yang tersisa “.

“ Siap pak. Inilah senjata kita yang tersisa : Telkomsel, Telkom Indonesia , SpeedyMonitoring, Qbaca, Telkom Flexi, Usee TV. Itu dia pak sisa persenjataan yang tersedia pak”.

“Baiklah pasang Speedy Monitoring di setiap badan pesawat yang tersisa. Kita harus tetap mengintai mereka”

“ Siap Pak “. Ujar program Konten Speedy.

Lalu muncullah layar lewat jam canggih Super Speedy. Di situ tampak sang pemimpin alien sendang gusar, marah, kesal karena kehilangan satu pasukan aliennya dan juga satu pesawatnya.” Ah,,, sial. Awas saja si Super Speedy itu akan kuleburkan dia dengan tanah “. Dari layar itu pula nampak para alien terpusat di sekitar pesawat pemimpin mereka guna menjaga pemimpin mereka dari serangan Super Speedy. Dan dari situ pulalah terlihat tiga pesawat lainnya tanpa penjagaan dan berkumpul jadi satu terpaut jauh dengan pesawat pemimpin mereka yang di jaga ketat.

“ Baiklah akan kuhancurkan tiga pesawat itu dengan gabungan beberapa senjata yang akan menghasil kan roket luar biasa yang sanggup menghancurkan tiga pesawat alien tersebut dengan sekaligus. Keluarlah Roket Telkom Indonesia dan Roket Telkomsel. Bergabunglah !.”. Maka terciptalah roket Super Telkom Indonesia. Dengan keahlian membidiknya. Membidikalah sang Super Speedy ke titik tepat di tengah di antara tiga pesawat agar dapat menghancurkan mereka sekali hantam. Wuinnggggggggg KABOMMMMMMMMM. Mengepullah asap ledakan layaknya sebuah asap ledakan nuklir tapi ini lebih lebih lebih besar dari pada itu. Maka merindinglah para alien yang tersisa.

Tanpa ampun Super Speedy Mengeluarkan senjata - senjata terakhirnya. Di keluarkannya lah Telkom flexi yang menyebabkan para pasukan alien yang berada diluar pesawat. Sekaligus pesawat terakhir. Pesawat komando yang berarti disanalah sangan pemimpin alien berada. Termasuk pesawat yang paling besar di antara lainnya.   Para pasukan alien yang berada diluar pesawat pun kehilangan komunikasi dengan komando yang berada di pesawat akibat serangan senjata Telkom Flexi.

Lalu seranganpun kembali dilaksanakan oleh Super Speedy. Tapi kali ini dia menyerang lewat sisi pisikologi para alien. Di keluarkannya senjata Qbaca yang dapat memebaca alam pikiran mereka dan membuat mereka tak sadarkan lalu mereka membunuh diri mereka sendir. Tapi masih ada beberapa alien yang masih bisa bertahan dari serangan ini. Maka di keluarkannya lah senjata terkahir Usee TV yang membuat mereka tak sadarkan diri karena tontontonan yang ciamik. Selagi mereka tak sadarkan diri maka di tebaslah leher – leher merka dengan pedang Super Speedy. Meleburlah mereka menjadi asap hijau.

“ Bagaimana ini pak kita telah kehabisan pasukan dengan sekali serang Super Speedy”, tanya komandan aien kepada pemimpin pasukan alien dengan nada yang amat sangat ketakutan.

“ Kita harus kemabli ke planet kita sekarang. Kita akan serang mereka lain kali”.

“AWAS KAU SUPER SPEEDY AKAN KULUMAT KAU LAIN KALI”, teriak pemimpin alien yang dapat terdengarke seantreo kota.

Dengan tatapan tajam Super Speedy mengawasi pesawat itu terbang tinggi tinggi tinggi hingga TING menghilanglah mereka kembali ke planet asal mereka. Bersorak – sorak lah warga bergembira karena para alien itu telah pergi dari TelkomCity. Tapi Super Speedy tahu bahwa bahaya masih mengintai TekomCity. Para pasukan alien itu akan kembali. Bahkan, mereka akan kembali dengan pasukan yang lebih terlatih dan juga persenjataan yang lebih mengerikan. Tapi asalkan masih ada Super Speedy TekomCity masih tidur nyenyak mala mini.

*SELESAI*
Mau tau kelanjutan kisah si Super Speedy stay tune di blog ini atau lo bisa visit ke Telkom Speedy









2 komentar: