Categories

Jumat, 07 Oktober 2011

Lets Save Our Lung


Entah apa yang membuat aku untuk membuat artkel ini. Mungkin setelah meilah twit teman yang mengalami kerusakan pada salah satu alat vital walaupun dia jantung dan aku paru – paru.

Aku tak habis fikir apa yang di pikirkan leh perokok – perokok it. Mereka yang di berikan paru – paru yang sehat, malah ditukarkan dengan kenikmatan sesaat tang merusak paru – paru mereka. Sedangkan aku dan ribuan bahkan jutaan orang yang lainnya yang tak tau apa –apa di vonis bahwa alat pernafasan berpenyakit.

Berkali – kali ronsen dan 3 kali di beritagu dokter bahwa paru – paru ini berpanyakit membuat aku lebih menghargai paru paru ini ketibang meraka ataupun kalian yang memiliki paru – paru sehat.

Aku ingat ketika masa – masa penyembuhan itu obat yang segede jempol kata orang – orang. Dan sekali minum obat bias 3 atau lebih sekaligus. Dengan banyak sekali pantangan yang harus aku jauhi. Mungkin klian pantangannnya hanya tidak boleh minum es atau pantangan sejenisnya. Tidak, mungkin kalau aku sebutkan di sini butuh waktu lama untuk kalian membacanya.

Setiap bulannya harus berobat dan yang masih melekat di benak ini ketika berada di Sulawesi sana. Untuk berobat harus menempuh perjalan dari kota Bantaeng sampai Makassar. Motivasi dari sang pencerah pun di berikan terus menerus, ia berkata aku harus sabar dana aku bias kuat , ia mepermisalakan penyembuhan ini layaknya semua perjalan jauh dan aku sudah berada di tegah – tengah. Satu – satunya jalan adalah terus berjalana tak boleh ada kata menyerah ataupun mundur.

Tapi, Alhamdulillah masa – masa itu sekarang sudah berkahir. Paru – paru ini kembali sehat wlau pun menimbulkan bekas. Ya, semua tak pernah sama. Tak akan pernah.

Dulu pernah aku berfikir mati dan takut sekali  untuk mati. Apalagi ketika malam hari paru – paru ini ini terasa sesak. Bayangan kematian itu kembali menyeruak. Aku juga ingat bagaimana susahnya menahan pantangan karena sampai sekali saja aku melakukan pantang itu pengobatan harus dimulai dari 0.

Pernah aku bertanya ayahku bertanya ke dokter  kenapa aku tak bias bias gemuk padahal makanku banyak. Taukah kalian apa yang dikatan doketer itu?. Dokter itu pun menjawab kalau paru – paruku ini suadah tak bias memompa dengan maksimal lagi. Well, muali saat itu aku ingin buktikan kalau aku sehat dan paru – paru ini masih normal. Alhamdulillah sampai sekarang kau masih bias melakuakan aktivitas yang aku sukai. Aku masih bias latihan lascar dan naik gunung. Aku bias buktikan bahwa aku normal dan aku tak suka di kasihani.

Untuk orang yang mungkin saat ini paru – paru  atau alat vital yang lainnya misalanya jantung kalian sedang di vonis berpenyakit. Jangan bekecil hati lalu menyerah sebelum bertanding apalagi samapai berfikir untuk mati.  ,Berjuanglah, berjuanglah untuk orang yang kalian sayangi, untuk diri sendiri, untuk orang – orang yang membantu kalian untuk tetap berdiri tegap melawati hari – hari di dunia ini sampai saat ini. Berjuanglah!.

Karena, ku tahu kalian bias melawan penyakit itu.
Allah itu adil.
Allah punya rencana terbaik untuk kita.
Ingat itu !

Dan, untuk orang – orang yang menyia – nyia kan prau – paru Kalian dengan berbagai hal. Entah itu dengan rokok atau hal merusak yang lainnya Ingatlah banyak manusia diantara kalian yang ingin sekali hidup normal dengan alat pernafasan yang sehat pula tapi ia tak pernah mendapatkan kesempatan untuk medapatkannya.
Dan untuk orang – orang yang saat ini mempunya paru – pau sehat dan kuat. Janganlah rusak paru – paru kalian dengan merokok atau hal – hal yang lainnya. Let’s save your lung. Let’s save ours lung. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar