Categories

Kamis, 05 April 2012

Bibiografi singkat : Pramooedya Ananta Toer


Pramodeya Ananta Toer lahir pada tahun 1925 di Blora, Jawa Tengah, Indonesia. Hampir separuh hidupnya dihabiskan dalam sebuah kerankeng besi atau biasa kita sebut penjara – sebuah wajah semesta yang paling purba bagi manusia – manusia bermartabat dan mempunya harga diri tinggi : 3 tahun dalam penjara Kolonial, 1 tahun di Orde Lama, dan 14 tahun yang melelahkan di Orde Baru (13 Oktober 1965 – 15 juli 1969, pulau Nusa-kambangan Juli 196 - 16 agustus 1969, pulau Buru Agustus 1969 – 12 November 1979, magelang/Banyumanik November – desember 1979) tanpa ada nya proses pengadilan sama sekali. Pada tanggal 21 Desember tahun 1979 Pramoedya Ananta Toer menadapat surat pembebasan secara hokum tidak bersalah dan tidak terlibat dalam G30S PKI tetapi masih dikenakan tahana rumah, thanan kota, hingga tahanan negara sampai tahun 1999 dan wajib lapor ke Kodim Jakarta Timur satu kali seminggu selama kurang lebih 2 tahun. Beberapa karyanya lahir dari tempat sepurba ini, diantaranya karyanya yang paling terkenal yaitu Tetralogi Buru ( Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca).

Penjara tak membuatnya berhenti sejengkal pun untuk menghasilkan karya- karyanya melalui menulis. Baginya, menulis adalah tugas pribadi dan nasional. Dan ia konsukeuen dan berani menghadapi  terhadap semua akibat yang ia peroleh. Berkali – kali karyanya dilarang dan dibakar.

Dari tangannya yang dingin telah lahir lebuh dari 50 karya dan di terjemahkan ke dalam leboh dari 50 karya dan diterjamahkan ke dalam lebih dari 42 bahasa asing. Karena kiprahnya di gelanggang sastra dan kebudayaan, Pramoedya Ananta Toer di anugrahi berbagai penghargaan international, di antaranya: The Pen Freedom to writer Award pada 1988, Ramon Magsaysay Award pada 1995, Fukuoka Cultur grand Price , Jepang pada tahun 2000 dan pada tahun 2004 mendapatkan penghargaan The Norwegian Authours Union dan Pablo Nuruda dari Presiden Replubik Chile Senor Ricardo Lagos Escobar. Sampai kini, ia adalah satu – satunya wakil Indonesia yang namanya berkali – kali masuk dalam daftar Kandidat Pemenang Nobel Sastra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar